Menu
Summer-dan-Tom

500 Hari Bersama Summer

Innocent love kah?

Tapi sebenarnya ini bukan kisah cinta! Kata narator dalam film ini, 500 Days of Summer. Ini adalah kisah sepasang pemuda pemudi. Pemuda itu bernama Tom (diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt) yang tumbuh dengan keyakinan bahwa dia tak pernah merasa bahagia. Setidaknya sampai dia menemukan “yang tepat”. Dia sangat yakin akan hal itu setelah mendengar sebuah lagu pop Inggris yang sedih, dan salah satu persepsi terhadap film “The Graduate”.

Si gadis, Summer Finn (diperankan oleh Zooey Deschanel) adalah seorang gadis dari Michigan tidak percaya dengan semua hal itu. Sejak kehancuran pernikahan kedua orang tuanya, dia HANYA mencintai 2 hal, yaitu rambut panjangnya yang hitam dan bagaimana dia memotong nya tanpa merasakan apapun.

Tom pertama kali bertemu dengan Summer di kantornya. Dan saat itu Tom yakin bahwa dia telah menemukan orang yang dia cari.

Saat itu, Summer merupakan seorang pegawai yang baru pindah ke kantor Tom. Sebuah kantor yang membuat kartu ucapan. Saat-saat pertama Tom bertemu dengan Summer, dia belum menunjukkan banyak perhatian kepada nya. Tom masih bersikap cuek dengan Summer, yang memang berparas cantik.

Entah sebuah kebetulan, selera musik mereka hampir sama. Tom suka dengan The Smiths, begitu juga dengan Summer. Sering bertemu dan berbincang-bincang, mereka menjadi semakin dekat.

Tom yang sebelumnya cuek, ternyata diam-diam makin sering memperhatikan si Summer. Hal ini diperhatikan oleh salah seorang sahabat Tom yang belakangan sering memperhatikan kelakuan si Tom. Tapi, si Tom hanya membantah bahwa dia tidak punya rasa dengan si Summer.

Sampai dengan suatu hari, Tom bercerita kepada seorang sahabatnya yang lain bahwa dia jatuh cinta dengan Summer. Tapi, dia tidak merasa bahwa Summer suka padanya.

Summer dengan jujur mengungkapkan bahwa dia tidak ingin menjalin hubungan (pacaran). Dia tidak merasa nyaman dengan hubungan seperti itu. Dia lebih suka sendiri. Summer tidak percaya dengan cinta, dan tidak pernah merasakannya! Dan berpendapat bahwa hampir semua pernikahan  berakhir dengan perceraian.

Tidak ada yang namanya cinta, itu Cuma fantasi

-Summer

Perasaan Tom akhirnya mendapat jawabannya setelah mereka berdua bertemu dalam suatu pesta yang dihadiri semua pegawai kantor nya. Summer bertanya kepada Tom, apakah dia meyukainya? Tom jujur saja berkata, ya. Summer ingin memastikannya.

Cinta yang fluktuatif

Beberapa hari berikutnya mereka semakin dekat. Dan sering jalan bersama. Hubungan Tom dan Summer menjadi semakin romantis. Sepertinya mereka berpacaran!

Hari-hari Tom berubah menjadi semakin cerah. Dia terlihat semakin menikmati hidupnya.

Summer-dan-Tom
Summer dan Tom

Hampir sama dengan hubungan pasangan lain, mereka juga sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Namun dapat kembali romantis seperti biasanya. Bahkan menjadi sangat romantis.

Sesuatu kemudian terjadi. Summer tidak lagi bekerja di kantor yang sama dengan Tom. Tom kembali terpuruk. Dia sudah kurang produktif lagi di kantornya. Mereka sudah tidak pernah lagi bertemu. Tom berusaha untuk melupakan Summer. Tapi sayangnya, dia tidak bisa.

Beruntung, Tom kembali bertemu dengan Summer diatas kereta ketika menuju ke pesta seorang teman mereka. Mereka kembali berbicara. Saat pesta dansa, Summer mengajak Tom untuk datang ke sebuah pesta dalam waktu dekat ini. Tentu saja Tom sangat bersemangat mendengarnya. Tom masih ingin menjalani hubungan yang sama dengan sebelumnya, dimana mereka bisa kembali romantis. Namun ironis karena Summer tidak pernah mengonfirmasi kejelasan status hubungan mereka. Apakah mereka berpacaran atau bagaimana. Tom selalu ingin memastikan itu.

Hancur

Tom menepati janjinya. Dia datang ke pesta Summer. Dia yakin bahwa harapannya akan menjadi kenyataan. Mengharapkan bahwa Summer akan menyambutnya dengan ciuman hangat, dengan pelukan mesra, akan merasa bahwa hanya ada mereka berdua di pesta itu, tapi bukan itu yang dia dapatkan.

Summer-and-Tom-Harapan-dan-Kenyataan
Harapan dan Kenyataan. Berbeda!

Tidak ada ciuman hangat, tidak ada pelukan mesra, tidak ada rasa bahwa hanya mereka berdua di pesta itu. Yang Tom dapati adalah melihat jari manis Summer yang dilingkari cincin tunangan. Hati Tom kecewa dan hancur. Dia segera meninggalkan pesta itu dengan perasaan marah.

Hari-hari Tom menjadi berantakan. Dia mengacaukan jalannya rapat di kantornya. Dia membuat orang lain kecewa. Dia masih selalu mengingat Summer.

Sampai kemudian, dia berinisiatif untuk melakukan perubahan. Dia tidak harus terus larut dalam perasaan sedih. Dia kembali melanjutkan minatnya dengan dunia arsitektur. Dia kembali menggambar. Menggambari dinding kamarnya, menggambar di buku catatan, dan terus menambah pengetahuannya dengan membaca buku-buku arsitektur.

Disaat yang sama Summer mengadakan resepsi pernikahannya. Dia terlihat sangat bahagia.

Tom sudah mampu mengatasi perasaan sedihnya, dan bangkit. Dia sudah memperbaiki penampilannya.

Kemudian, disuatu sore hari Tom sedang menikmati pemandangan dari sebuah kursi dari tempat yang cukup tinggi. Dia kembali ke tempat yang dulunya menjadi tempat dia dan Summer menghabiskan waktu di suatu sore hari. Dimana mereka mengamati pemandangan beberapa gedung-gedung dari tempat itu.

Tiba-tiba Summer menghampirinya, dan menyapanya. Tom mengucapkan selamat atas pernikahannya. Mereka duduk di kursi yang sama, dan saling bercerita. Tom sudah berhenti dari kantor nya.

Tom bertanya kepada Summer, kenapa dulu tidak memberitahunya tentang rencana pernikahan itu. Padahal setahu Tom, Summer tidak ingin menjalin hubungan serius dengan orang lain. Tapi kenyataannya Summer menikah dengan orang lain. Ini tidak masuk akal menurut Tom.

Summer mengungkapkan bahwa dia tidak pernah yakin dengan Tom. Dia merasa dia bukan orang yang tepat untuk Tom. Tom tau kalau sebenarnya Summer merindukannya.

Autumn
Autumn

Diakhir pertemuan itu, Tom berharap kepada Summer agar dia hidup bahagia. Mereka kembali berpisah.

Hari-hari selanjutnya Tom gunakan untuk melamar pekerjaan sebagai Arsitek. Suatu waktu ketika sedang menunggu giliran untuk tes wawancara, Tom bertemu dengan seorang pesaing yang juga melamar untuk posisi yang sama. Mereka berusaha saling menjatuhkan pada awalnya. Tapi kemudian berubah menjadi perbincangan yang menarik.

Tiba saatnya giliran Tom untuk wawancara.

Tom akhirnya belajar bahwa tidak ada yang namanya keajaiban, takdir, tidak ada yang ditakdirkan.

Dia tahu, dia yakin akan itu sekarang.

Tom berbalik dan kembali ke pesaing nya. Dia mengajak wanita itu untuk minum kopi. Namun ajakannya pada awalnya ditolak. Wanita itu harus bertemu dengan seseorang setelah wawancara ini.

Tom kembali menuju ruangan tempat wawancara berlangsung.

Summer-and-Tom
Mereka. Romantis

Seketika, wanita tadi mengiyakan ajakan Tom. “tentu”, kata wanita itu. Mereka kemudian berkenalan.

Tom: “My name is Tom”

Wanita itu: “Nice to meet you, my name is Autumn”

Woah… sebuah kebetulan yang sama sekali tidak direncanakan. Tom baru saja kehilangan Summer, wanita yang dicintainya yang menikah dengan orang lain. Dan kini Tom berkenalan dengan wanita lain yang bernama Autumn.

Summer dan Autumn, dua nama yang menghiasi kehidupan Tom.

Share the Post
Rizqi Fahma
Rizqi Fahma

I read, I write, I bike, I swim, but I don't smoke.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.