Menu
Gerakan Delete Facebook

Delete Facebook (Sudah Saatnya)

Secara permanen menghapus Facebook setelah hampir 10 tahun menggunakannya

Saya telah menggunakan facebook (fb) selama lebih dari 10 tahun sejak 2008. Bagi saya fb (dulunya) merupakan media sosial terbaik dimana saya tidak hanya bisa terhubung dengan teman-teman lama, membaca news update dari beberapa atlet dan klub sepakbola ternama, membaca cerita inspiratif, hingga membagikan (share) link artikel blog yang saya tulis.

Facebook ketika jaman kuliah S1

Damn, it was the coolest social media!

Ingat ketika dulu ada media sosial yang bernama “My Space”? Jejaring sosial yang memberimu keleluasaan mengganti tampilan profilmu, sampai sharing musik kesukaanmu. Kalau kamu tahu dan pernah menggunakannya, maka kamu adalah salah satu dari beberapa ratus ribu makhluk pertama di Indonesia yang menggunakan media sosial.

Lalu kemudian kamu meninggalkannya, karena ada media sosial lain yang lebih menarik.

It was facebook.

Facebook membuat usernya sangat betah menghabiskan berjam-jam waktu berharga mereka hanya untuk: kepo!

Nobody used facebook for searching for jobs back then, though it was one of the best tools to stalk other people available for free. That’s why we spent countless of hours staring at the blue-themed social media back then.

Selain itu, semakin banyaknya game online di platform facebook waktu itu, seperti Zynga Poker membuat para anak muda belasan tahun seperti saya menjadi penggemar facebook. It was fun.

Blogging pun terbantu dengan adanya facebook, karena dahulu kala lebih mudah mendapat traffic organic dari facebook ke blog kita. Sekarang? Hell no.

There’s no such thing as a free traffic from facebook no more, kecuali kalau kamu membayar untuk iklankan blog mu.

Dari begitu banyaknya alasan yang sempat kepikiran kenapa saya menonaktifkan akun saya, intinya adalah sebagai berikut [mungkin saya akan mengupdatenya lagi nanti]

Alasan penting kenapa harus menghapus (berhenti menggunakan) facebook:

1. Membosankan (Boring)

Seperti yang tadi saya bilang, facebook tidak lagi menarik digunakan (bagi saya). Sebuah media sosial bukan hanya menyenangkan dan membuat usernya betah selain dari tampilan dan kecepatannya. Konten yang ada didalamnya adalah kunci dari betahnya user.

Facebook dalam beberapa tahun ini kontennya lebih banyak yang tidak menarik buat saya. Lebih banyak konten mengundang perselisihan, fake news, dan konten-konten promoted yang sama sekali tidak saya butuhkan. I know, memang bukan salah facebook sepenuhnya, karena konten yang ada dalam facebook hampir semuanya diposting oleh para usernya.

Dari pada capek-capek mute/ unfriend orang-orang, why didn’t I just leave that social media? And yes, after a few weeks of considering, I deleted my account.

2. Ruwet

Pernahkah kamu mencari pengaturan, seperti untuk deactivate account? Berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk mencari pengaturan tersebut? Paling tidak butuh waktu hingga beberapa menit hanya untuk melakukan itu.

Bahkan pengaturan yang seharusnya mudah dilakukan menjadi lebih ruwet akhirnya.

3. Privacy

Hampir semua atau bahkan semua website yang paling sering kamu kunjungi, entah itu google (termasuk youtube), amazon, dan facebook memiliki cookies.

Cookies Facebook tentu saja salah satu yang paling canggih, dan taukah kamu kalau salah satu fungsi cookies itu adalah untuk mengetahui “kebiasaan” penggunaan browsing kamu? Jadi, sangat memungkinkan kalau Facebook tau kalau kamu itu depresi, sedang jatuh cinta, atau ingin membeli handphone terbaru dari aktivitas browsing kamu.

Dan jangan heran kalau dalam 10 detik kamu scroll halaman facebookmu, kamu akan melihat promoted content/ iklan meditasi, coklat, ataupun iklan handphone Xiao Mi atau Samsung terbaru. Thanks to cookies nya Facebook, semua itu bisa ketahuan dan termanfaatkan dengan baik oleh mereka. Annoying? Tentu saja, apalagi kalau kamu lagi bokek dan yang muncul di halaman facebook mu kebanyakaan gadget yang harganya lebih tinggi dari gajimu.

That concludes a crappy experience.

4. Data breach

Beberapa bulan lalu sekitar 50 juta data pengguna Facebook bocor, entah diretas oleh siapa pokoknya hal ini membuktikan bahwa media sosial sebesar Facebook juga rentan terhadap serangan cyber.

Bukan hanya itu saja sebenarnya kenapa saya tidak percaya lagi dengan Facebook dan memilih untuk menutup akun saya, kejadian beberapa tahun lalu (Cambridge Analytica) dimana data pengguna disalahgunakan untuk kepentingan politik membuat saya merasa bahwa sangat mungkin terjadinya manipulasi/ pengendalian opini yang berskala besar melalui apa yang kita lihat di facebook.

So… Permanently Deactivated?

20 Oktober 2018 saya “mengusulkan” untuk menonaktifkan akun Facebook saya secara permanen. Butuh waktu kurang lebih sebulan sebelum akun dan data-data saya dalam Facebook dihapus.

Selama itu saya tidak boleh login ke Facebook, karena jika saya login lagi, maka penonaktifan akun saya dianggap batal dan saya harus melakukannya lagi kemudian menunggu selama sebulan lagi jika saya ingin deactivate akun Facebook saya secara permanen.

Share the Post
Rizqi Fahma
Rizqi Fahma

I read, I write, I bike, I swim, but I don't smoke.

7 Comments

  1. Bener bang, facebook itu bikin kita makin kepo, wkwkwkq
    Aku sih gak ngehapus fb, tapi fb bagiku tempat share artikel bligku, itung2 promo gitu, jadi tiap update post otomatis share di fb, harapannya sih agar dapat kunjungan 1 -5 orang gitu, huhuhu

  2. Meski tidak punya fb, tombol share-nya (fasilitas dari WP) tetap saya pasang. Lumayan, artikel sudah berkali di-share orang lewat fb. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.