Menu

Resolusi 2016

Intro:

Sudah dua tahun saya tidak menulis resolusi. Alasannya, pertama karena kebanyakan resolusi yang saya buat tidak terealisasi, sehingga saya jadi sungkan membuat resolusi. Kedua adalah, saya selalu lupa untuk menyempatkan diri menulis resolusi, sejak awal tahun baru sampai dengan malam pergantian tahun selanjutnya.

Terakhir kali saya menulis resolusi adalah tahun 2013 lalu. Wow, sudah cukup lama. Anak bayi yang dulu sering saya gendong (anak orang lain) sekarang sudah bisa bicara, saking lamanya dua tahun itu. Tapi sayangnya, sejak saat itu, 2014 dan 2015 saya tidak pernah lagi menulis soal resolusi.

Bridge:

Dari tahun ke tahun saya selalu berharap dan menuliskannya dalam beberapa resolusi yang saya buat untuk bisa berkuliah diluar negeri. Alhamdulillah resolusi itu sudah tercapai, dan saat ini saya sedang berkuliah di tempat yang sejak lama saya inginkan. Saya saat ini kuliah di Erasmus Universiteit, Rotterdam. Ya, Belanda.

Chorus:

Resolusi saya tahun ini adalah terutama untuk kelancaran studi saya. Secara rinci saya buat sebagai berikut:

1. Rutin membaca jurnal (dan mengkaji bahan perkuliahan)
2. Perbanyak latihan menulis ilmiah (academic writing)
3. Kurangi penggunaan socmed (Sejauh ini masih sulit buat saya)
4. Rutin bangun pagi (Iya, ini penting!)
5. Olahraga teratur (walaupun indoor)
6. Rutin (kembali) mengaji. Alhamdulillah, ini sudah kembali saya lakukan
7. Menyusun tesis dengan lancar

Sebenarnya resolusi yang saya tulis diatas ini, kalau dilihat, biasa-biasa saja. Tapi, kalau dipikir biasa-biasanya saja itu, maka saya kemungkinan tidak menulisnya lagi untuk tahun ini. Lebih baik ada yang saya tulis untuk tahun ini, dibanding tidak ada seperti dua tahun belakangan. Biar ada yang bisa jadi bahan bacaan, dan yang penting, ada yang menjadi patokan. Suatu saat, entah beberapa tahun kedepan, saya akan kembali membaca tulisan saya ini dan mengingat kembali apa yang telah saya lakukan untuk mewujudkannya.

Instrumental solo:

Whoops, iya, mungkin ada satu hal yang sangat penting, tapi sengaja saya lewatkan. Iya, perihal pacar atau semacamnya. Tahun ini saya akan berusia 26 tahun, dan kau tahu kawan, anak-anak seusia saya sudah banyak yang menikah dan yang lain sedang gencar-gencarnya memperkenalkan diri dan pasangannya kepada orang tua masing-masing. Sedangkan saya? Alhamdulillaah, masih sendiri. Tapi, semoga tidak akan seterusnya seperti ini.

Saya tidak akan menulis lebih panjang mengenai hal ini disini, tapi Inshaa Allah saya akan menulisnya di kesempatan yang lain. Yang jelas, kalau memang ada calon yang mau dan cocok dan keluarga mendukung, kenapa tidak. šŸ™‚

Baiklah, pembahasannya cukup sampai disini. Demikian resolusi saya untuk tahun 2016 ini. Semoga kesemua poin yang saya tuliskan diatas bisa saya realisasikan, sehingga ada hal lain yang bisa saya jadikan resolusi untuk tahun selanjutnya.

Rotterdam, 31 Januari 2016.
Kutulis dengan sadar,

Muhammad Rizqi Fahma

Share the Post
Rizqi Fahma
Rizqi Fahma

I read, I write, I bike, I swim, but I don't smoke.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.