Menu
Hujan

Hujan = Malas?

Sudah masuk musim hujan. So what? Pertanyaan yang bagus! Pertama: adegan basah-basahan saat hujan semakin bertambah. Kedua: karena sering hujan, pakaian jadi sering dan banyak yang basah. Tiga: banyak pakaian yang menumpuk, karena tidak dicuci, alasannya pakaian susah kering. Empat: motor juga jadi lebih sering kotor! Lima: mantel dan payung jadi tambah mahal!

Hujan
Hujan

Tapi, inti dari “so what” nya musim hujan adalah MALAS. Baru berapa hari diguyur hujan, saya jadi tambah malas. Bangun pagi bisa sampai lebih lambat 10 menit! Bayangkan, 10 menit! Kalau hari-hari biasa bangun jam 7.00, sekarang jadi 7.10! Hmmm…. Tidak terlalu parah sebenarnya, tapi yang parah itu adalah frekuensi tidur dalam sehari meningkat drastis. Baru baring-baring sebentar, hitungan menit sudah tidak sadarkan diri. Macam mana pula ini! Untung saja, final test saya untuk semeter ini sudah selesai. Kalau tidak, waduh… I can’t imagine! 😎

Jadwal yang tertunda

Oh iya, karena sudah beberapa bulan terakhir ini sibuk dengan kegiatan kuliah dan sekitarnya, kesempatan untuk olahraga juga semakin kurang. Sebagai pembalasannya, saya berencana untuk pergi berenang, ya di kolam renang lah. Takut hanyut kalo di sungai! 🙁 Rencana, fix! Eh, pas hari H nya tiba, malah cuaca mendung, dan sepertinya langit diatas kolam renang juga hujan. Tampak dari kejauhan! Aduh, jadi tambah malas kalau begini.

Tidak syukur

Saya curiga, kalau musim hujan yang tidak kenal orang ini adalah dampak dari cerewet nya orang-orang dalam hal tidak bersyukur. Contohnya begini: kalau cuaca lagi panas-panas, “Aduuh… hari ini panasss sekaliiii….. Kapan hujan yaaaa…..?” Eh, pas cuaca jadi sering hujan, “Huwaaa…. Hujan lagiiii???? Kapan berhentinyaaa???? Ada janji iniii… Ada janji ituuuu…. Pakaian tidak kering-kering…. Jadi tambah sering beringusss…..” 😉 Anak kecil saja ceria kalau hujan!

Sebenarnya kita juga bisa bersyukur dengan hujan ini. Saya banyak melihat orang-orang bersyukur karena sering hujan, apalagi kalau banjir. Ya, serius! Mereka adalah penangkap ikan-ikan yang lepas dari empang orang lain! Mereka dapat rejeki plus plus. Bukan mereka yang pelihara ikannya, tapi mereka yang untung. Ckckckc… ini jangan ditiru!

Jadi, untuk apa malas saat musim hujan? (pesan untuk saya) padahal orang diluar sana bisa memanfaatkan peluang saat hujan. Setidaknya ada hal positif dari cuaca hujan begini. Yang pasti jangan tambah malas!

Hujan bikin perut cepat lapar juga rupanya, saya makan dulu ya…. 🙂

Share the Post
Rizqi Fahma
Rizqi Fahma

I read, I write, I bike, I swim, but I don't smoke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.